Menjadi peribadi yang pemaaf adalah baik,
menjadi peribadi yang pandai memaafkan tentu akan lebih baik.
Pandai memaafkan, bererti mudah dan cepat 
dalam hal sesuatu yang memang harus segera dimaafkan. 
Tidak akan menyimpan rasa marah apa tah lagi dendam dalam hati. 
Pandai memaafkan , tentu saja tidak akan menyimpan “penyakit” dalam hati dan fikiran kita. 

Seorang ahli hikmah mengatakan, lupakanlah dua hal.
"Lupakanlah kebaikanmu kepada orang lain
dan lupakanlah kesalahan orang lain kepadamu." 

Insan yang pandai memaafkan bahkan membalas orang yang menyakitinya dengan kebaikan yang mengesankan. 

Dari Uqbah bin Amir, dia berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu." (HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy). 

Sahabatku tercinta…… 
Jadilah orang yang pandai memaafkan, 
berikanlah maaf pada sesama dan semua….. 
Memaafkan dengan segera, santun, tulus , 
dengan segenap kemampuan sering menyisakan jejak... 
Jejak keagungan, jejak yang boleh dibaca dan menjadi pelajaran bagi sesama.. 

Mungkin ada di antara kita, 
memilih menumpahkan kemarahan ketika harga diri dijatuhkan. 
Mendahulukan emosi ketika orang menyakiti 
dengan kalimat-kalimat sindiran yang disengaja. 
Orang yang pandai memaafkan memilih untuk berterima kasih 
dan meyakini adanya pengalihan pahala ketika mampu memaafkan. 
Dan memilih tidak lagi perlu khawatir, 
karana harga diri manusia hanyalah akan jatuh di mata-Nya, 
ketika dia menggadaikan diri pada perbuatan dosa dan maksiat…. 
Pandailah dalam memaafkan, sahabat… 
Termasuk pandailah memaafkan diri kita sendiri… 
Agar kita bisa menikmati kilaunya pagi… 
dan meresapi indahnya jingga senja hari……. 

"...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.
Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu?
Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur :22)

HAQ Vs BATHIL

Iblis berkata, "Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan menjadikan (kemaksiatan) terasa indah bagi mereka di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih diantara mereka." (TQS Al-Hijr : 39-40)

Allah SWT mengklasifikasikan manusia dengan 3 golongan :
  1. Mukmin : Orang yang mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, juga menjauhi dan memerangi Thaghut.
  2. Kafir : Orang yang mengingkari apa-apa yang Allah turunkan dan tidak beriman kepada Allah.
  3. Munafik : Orang yang tampak beriman secara zahir/lahiriah tetapi batinnya menolak keimanan tersebut.
Siapakah pemenangnya ?
Siapakah akan kecundang ?

"Sebenarnya Kami melemparkan yang haq kepada yang bathil, lalu yang haq itu MENGHANCURKANNYA, maka seketika itu (yang bathil) lenyap..."
(TQS Al Anbiya' : 18)

JADI...
Anda mau pilih berada dalam barisan mana ?

Mengapa Perjuangan Khilafah?


  1. Matlamat perjuangan yang sebenarnya adalah untuk mengembalikan semula kehidupan Islam. Dimana syariat Islam diterapkan secara kaffah (keseluruhan) daripada akar umbi yakni aqidah hinggalah pemerintahan negara.
  2.  Syariat Islam takkan dapat diterapkan secara kaffah tanpa ada entiti negara.
  3. Contoh syariat Islam yang tak dapat diterapkan, hudud, dinar emas, ekonomi tanpa riba', dan banyak lagi. Syariat Islam ini hanya dapat diterapkan oleh sebuah negara.
  4. Negara yang mengamalkan sistem pemerintahan penjajah (sekular) telah terbukti gagal menjaga rakyat. Umat Islam sengsara.. Paling ketara dari sisi ekonomi dgn krisis pembuangan kerja, pengangguran, sempitnya hidup dibelit hutang.
  5. Dari aspek mahasiswa, belum bekerja dah disuruh untuk berhutang (ptptn, loan).
  6. Hal ini sama sekali takkan berlaku jika kita hidup dalam sebuah negara yang menerapkan syariat Islam diterapkan secara kaffah. Umat Islam akan hidup mulia dengan syariah.
  7. Sebab itulah kalimah al-Khilafah dilaungkan.. Agar kita semua sedar bahawa ada sinar harapan lagi untuk nasib umat Islam ini dibela..

Tiada Kemuliaan tanpa Islam
Tiada Islam tanpa syariat
Tiada syariat tanpa Daulah Khilafah